04 November 2012

Konsep Al-Quran Tentang Tata Surya

Konsep Al-Quran Tentang Tata Surya


A. Penciptaan Alam Semesta

=> Teori Big Bang
Teori big bang merupakan  teori saintifik mengenai penciptaan atau kelahiran alam semesta. Orang yang dipercaya sebagai pencipta teori big bang adalah George Lemaitre, seorang ahli astronomi dari Belgia pada tahun 1920-an. Ia menyatakan bahwa  kira-kira 15 milyar tahun yang lalu semua materi di angkasa menyatu dan memadat (terkondensasi) dengan ledakan yang hebat, kemudian partikel-partikel dari zat itu bertaburan ke semua arah dan membentuk alam semesta. Menurut teori tersebut, alam semesta ini telah diciptakan kira-kira 10 hingga 20 milyar tahun yang lalu. Ia terbentuk dari ledakan-ledakan kosmikyang bertaburan ke seluruh arah di alam makrokosmos.

Sebagian ilmuwan muslim mengklaim bahwa teori big bang ini telah diinformasikan dalam al Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu, yaitu dalam surat al Anbiya ayat 30 yang berbunyi :

أولم ير الذين كفروا  ان السموات والارض كانتا رتقا ففتقناهما وجعلنا من الماء كل شيء حي افلا يؤمنون

“Dan apakah oarng-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman ???”

Ayat ini berikut penjelasannya telah disampaikan kepada Dr. Alfred Krohmer seorang geolog termasyhur dunia dalam suatu konfrensi tentang mukjizat Al Quran yang diselanggarakan di Saudi Arabia. Setalah memahami artinya dia berteriak: “mustahil .mustahil kalau hakekat-hakekat ini telah tercantum dalam kitab manapun sejak 14 abad yang lalu. Hakekat tersebut baru ditemukan dan diketahui beberapa tahun yang lalu. Dan untuk mengetahuinyapun harus dengan menggunakan cara-cara ilmiah dan riset yang rumit serta memakan waktu yang lama, khususnya tentang tata surya yang satu kesatuan ”.

Memang suatu kemustahilan kalau 14 abad yang lalu yang belum ditemukannya alat-alat semodern dewasa ini ada orang yang berpendapat bahwa seluruh alam ini dulunya satu yang dalam memunculkan ide itu harus menggunakan cara-cara ilmiah dan riset yang rumit serta waktu yang lama. Akan tetapi apa yang dikatakan Muhammad SAW sejak 14 abad yang lalu benar-benar merupakan hakekat yang tidak bisa dibantah. Ilmu modern pun terpaksa menetapkan dan membenarkannya.

Kita masih ingat sewaktu diadakan penerbangan peercobaan ke bulan dan pengambilan unsur-unsur yanh ada di permukaan bulan dengan tujuan untuk menemukan bahan-bahan obat-obatan yang tidak ada di Bumi atau setidaknya bila bahan tersebut dicampurkan dengan bahan  yang ada di Bumi dapat menghasilkan unsur-unsur baru yang belum pernah dikenal manusia. Namun apa yang terjadi, manusia akhirnya sampai ke bulan dan pulang dengan membaya bebatuan yang ada di permukaan serta bawah permukaan bulan. Ternyata unsur-unsur penyusun bebatuan itu sama dengan unsur-unsur penyusun permukaan bumi. Hal ini membuktikan bahwa dulunya bumi dan bulan pernah menjadi satu kesatuan seperti teori big bang dan ayat 30 surat al-Anbiya’ tersebut.

=> Langit
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, langit berarti yang terbentang di atas bumi, tempat  bintang-bintang, tenda pada tempat tidur, papan yang terbentang di atas bilik, kamar di bawah atap, bagian rongga mulut bagian atas. Sedangkan menurut istilah ilmu pengetahuan langit adalah segala sesuatu yang ada di sekeliling benda-benda yang terdiri dari bintang-bintang dan tata surya. Di dalam Al-Qur’an langit diterangkan dengan menggunakan kata as-sama atau as-samawat yang berarti atap,awan, hujan,dan tiap-tiap yang ada di atasmu.

Jika kita memandang ke arah langit, maka banyak hal yang dapat kita lihat banyak keajaiban dan kekuasaan Allah  di sana. Namun yang tidak dapat kita ketahui adalah jauh lebih banyak  dari yang dapat kita lihat dengan mata telanjang. Allah berfirman dalam surat Fushshilat ayat 11

ثم استوى إلى السماء وهى دخان فقال لها و للأرض ائتيا طوعا أو كرها قالتا أتينا طائعين.

“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih berupa asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa. Keduanya menjawab: kami datang dengan suka hati”.(QS. Fushshilat:11)

Melalui ayat di atas Allah menyampaikan bahwa langit itu dahulunya berupa asap, dimana hal ini baru bisa dibuktikan pada zaman modern ini dengan menggunakan teknologi yang canggih. Bila kita pergi ke observatorium bintang dan kita mengarahkan teropong ke langit pasti ada asap itu di langit. Hingga saat ini, sisa-sisa asap tersebut membentuk bintang dan planet.

Langit bukanlah ruangan kosong tanpa isi, tempat-tempat kosong di antara bintang-bintang sebenarnya penuh dengan perantara ajaib, di mana tidak mampu kekuasaan manusia menghitungnya. Benda-benda yang mengisi langit antara lain:

  • Meteor; adalah benda langit yang masuk ke dalam wilayah atmosfer bumi yang mengakibatkan terjadinya gesekan permukaan meteor dan udara dalam kecepatan tinggi. Akibat adanya gesekan yang cepat tersebut menimbulkan pijaran api dan cahaya yang dari kejauhan kita melihatnya seperti bintang jatuh.
  • Meteorit; adalah benda-benda di luar angkasa yang mempunyai kecepatan yang tinggi. Jumlah meteorit di angkasa raya tidak terhitung karena sangat banyak dengan berbagai bentuk, jenis, bahan dan kandungan, warna, sifat, dan sebagainya.
  • Komet; adalah benda langit yang mengelilingi matahari. Komet memiliki orbit garis edar sendiri yang berbentuk sangat lonjong. Komet biasa disebut sebagai bintang berekor karena sifatnya yang bercahaya terang dan memiliki ekor gas debu yang sangat lonjong.
  • Satelit; adalah benda yang mengelilingi planet yang memiliki orbit peredaran sendiri. Satelit bersama planet yang dikelilinginya secara bersama-sama mengelilingi bintang. Bulan adalah satelit alami yang dimiliki oleh bumi yang bersama bumi mengelilingi matahari. Sedangkan satelit Palapa, satelit B1, dan sebagainya adalah satelit buatan manusia yang digunakan untuk tujuan tertentu, seperti komunikasi, intelejensi, riset, dan sebagainya.
  • Bintang; adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya. Bintang yang terdekat dengan bumi adalah matahari. Matahari dikelilingi oleh planet-planet anggota tata surya seperti Merkurius, Venus, Bumi, dan seterusnya.
  • Planet; adalah benda langit yang mengelilingi bintang sebagai pusat tata surya. Planet tidak bisa menghasilkan cahaya sendiri, namun dapat memantulkan cahaya.

=> Bumi
Secara etimologi, bumi berarti tanah, permukaan jagat, dan dunia. Bumi merupakan planet ketiga dalam galaksi bimasakti yang hingga saat ini merupakan satu-satunya planet yang bisa dihuni oleh makhluk hidup.

Bumi diperkirakan telah mencapai usia 4,6 milyar tahun. Bumi terbentuk dari awan dan debu kosmik yang mengelilingi matahari yang saat itu masih merupakan salah satu bintang baru. Menurut para ilmuan, berkumpulnya molekul-molekul debu kosmik itu dipengaruhi oleh listrik statis dan gaya gravitasi. Proses ini berlangsung secara bertahap. Setelah melewati masa yang sangat panjang, pada akhirnya terbentuklah bumi.

Dahulu, manusia menganggap bahwa bentuk bumu adalah datar, diam, dan tak bergerak. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya ilmu pengetahuan, manusia mulai menyadari bentuk bumi yang sebenarnya yaitu bulat yang dibuktikan dengan hasil foto-foto satelit luar angkasa buatan manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat An-Naba ayat 6.

ألم نجعل الارض مهادا

“bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan.” (QS. An-Naba:6)

Selain penemuan bentuk bumi yang bulat, bumi juga berotasi serta berrevolusi. Dengan ukuran yang mencapai 1083 juta kg² dan membawa berbagai makhluk, bumi bisa menjalankan tiga jenis putaran sekaligus, yaitu berputar pada porosnya satu kali putaran dalam sehari, mengelilingi matahari satu kali putaran dalam putaran dalam setahun, dan mengiringi matahari untuk mengelilingi pusat galaksi. Hal ini membuktikan bahwa bumi bukanlah sebuah benda yang statis, diam, dan tak bergerak seperti yang telah diyakini oleh orang-orang zaman dahulu. Lagi-lagi Al-Qur’an telah menyebutkan hal itu dalam surat An-Naml ayat 88.

وترى الجبال تحسبها جامدة وهي تمر مر السحاب ۚ صنع الله الذى اتقن كل شيء ۚ انه خبير بما تفعلون

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia itu tetap ditempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan.(begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesunggunya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan".(QS. An-Naml:88)

B. Perkembangan Alam Semesta

Allah SWT berfirman dalam surat Adz-Dzariyat ayat 47 yang berbunyi:

والسماء بنيبها باييد و انا لموسعون

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya".(QS. Adz-Dzariyat:47).


Kata “langit”, sebagai mana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan dibanyak tempat dalam Al-Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Sedangkan kata “meluaskannya” dalam Al-Qur’an bisa diartikan bahwa alam semesta mengalami perluasan atau mengembang. Dengan hanya beberapa pegecualian lokal, semua galaksi yang kita lihat di angkasa terlihat berlari menjauh dari kita. Dan semakin jauh mereka berada, semakin cepat mereka terlihat bergerak. Hal ini berarti bahwa keseluruhan Alam semesta sedang mengembang seolah-olah berasal dari ledakan yang sangat dahsyat miliaran tahun yang lalu.

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa galaksi-galaksi bargerak menjauh dari galaksi kita secara kontinu. Para ilmuan menganalogikan galaksi dengan sebuah balon yang diisi udara sampai ukurannya membesar. Selanjutnya, setiap titik (yang melambangkan galaksi) pada balon itu bergerak saling menjauh. Hal ini menunjukkan bahwa titik-titik yang melingkupi galaksi Bimasakti semakin menjauh.

Meskipun alam semesta terus menngembang dan galaksi-galaksi menjauh secara kontinu alam semesta tidak akan mengalami kekosongan. Karena sesungguhnya, galaksi-galaksi baru selalu bermunculan mengisi kekosongan tersebut. Galaksi bari ini terbentuk dari hedrogen dan gas-gas alam melalui perputaran dan pengumpulan akibat gaya gravitasi. Selanjutnya terjadilah pemadatan gas yang dihimpun oleh bintang-bintang. Dengan demikian, gas alam(hedrogen) merupakan materi dasar dari alam semesta.


C. Berakhirnya Alam Semesta

Setelah mengalami perkembangan yang begitu pesat, pada saatnya alam semesta ini akan mencapai titik akhir keberadaannya. Hal ini ditandai dengan datangnya hari kiamat. Kiamat adalah hari terakhir dalam kehidupan ini, yaitu hari dimana dunia dan seisinya mengalami bencana besar, kebinasaan, dan kerusakan yang teramat dahsyat.

Kiamat merupakan sebuah kepastian baik dalam ranah agama maupun sains. Dalam islam iman kepada hari kiamat adalah termasuk rukun iman yang kelima. Al-Qur’an dan hadits telah menyinggung hari kiamat. Namun, Allah tidak memberi tahu kapan hari kiamat itu terjadi.

 يسألونك عن الساعة ايان مرسها ۗ قل انما علمها عند ربى ۚۚ لا يجليها لوقتها الا هو ۢ ثقلت في السموت والارض ۗ  لاتأتيكم الا بغتتة ۗ ۢ  يسألونك  كأنك حفي عنها ۗ قل انما علمها عند الله ولكن اكثر الناس لا يعلمون

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, “ bilakah terjadinya???” katakanlah, “sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang  di langit dan dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, “sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah disisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.(QS. Al-A’raf: 187)

Ayat di atas adalah satu diantara banyak ayat lainya yang menjelaskan dan menjabarkan mengenai hari kiamat agar menjadi pelajaran bagi kita. Bagi seseorang yang mengetahui bidang-bidang ilmiah mengenai kebumian dan antariksa tentu akan membayangkan suatu tafsir atau interpretasi ilmiah tersendiri.

Kronologi hari kiamat dalam   Al-Qur’an banyak diterangkan dengan begitu jelas. Gambaran yang diberikannya sesuai dengan kemampuan nalar manusia. Skenario-skenario kiamat yang digambarkan oleh para ilmuan, pikiran kita, dan A Rolland Emmerica film dalam film fenomenal 2012 hanya merupakan sebagian peristiwanya menurut Al-Qur’an.

Peristiwa tergulungnya matahari, berjatuhannya bintang-bintang, terbukanya langit, benturan matahari dan bulan, bumi bergoncang hebat, keluarnya isi perut bumi, gunung-gunung hancur menjadi rata, lautan menjadi panas dan meluap adalah sebagian dari tanda-tanda kiamat dalam Al-Qur’an. Bila tanda-tanda itu muncul pada jangka waktu yang sama, maka terjadilan hari kiamat sebagai akhir dari adanya alam semesta. Seperti yang dinyatakan dalam sebuah hadits yang berarti: tanda-tanda yang terjadi setelah tanda yang lain seperti butiran manik-manik sebuah kalung  yang jatuh satu persatu ketika talinya putus. (HR. Tirmidzi)

Kesimpulan
Dari pemaparan di atas, diketahui bahwa selain berisi ayat-ayat akidah, tauhid, dan muamalat, al-Quran juga berisi konsep-konsep alam semesta. ALQuran menjelaskan mulai dari penciptaan, perkembangan, hingga akhir alam semesta yang ditandai dengan datangnya hari kiamat. Konsep al-Quran yang telah ada sejak 14 abad yang lalu itu baru bisa dibuktikan pada akhir-akhir ini dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Al-Quran merupakan lautan luas yang dalam, penuh dengan permata dan simpanan kekayaan yang tak ternilai harganya yang tidak akan mungkin ditemukan kecuali oleh para penyelam ulung yang memiliki dan memberdayakan nalar rasionya dan sinar keimanan.

Daftar Pustaka
  1. Al-Hajj Ahmad, Yusuf. Seri Kemukjizatan Al-Quran dan Sunnah. 2009. Yogyakarta: Sajadah_Press.
  2. Al-Jawisy, Muhammad Ismail. Maha Besar Allah atas Semua Ciptaan-Nya. 2009. Jogjakarta: Gara Ilmu.
  3. As-Sya’rawi, M Mutawalli. Bukti Bukti Adanya Allah. 1990. Jakarata: Gema Insani Press.
  4. Dyayadi. Alam Semesta Bertawaf. 2008. Yogyakarta: Lingkaran.
  5. Firdaus, Feris. Alam Semesta: Sumber Ilmu, Hukum, dan Informasi ketiga Setelah Al-Qur’an dan As-Sunnah.2004. yogyakarta: Insaniah Cita Press.
  6. Kerrod, Robbin. Astronomi. 2005. Jakarta: Erlangga.
  7. Khazin, Muhyiddin. Ilmu Falak dalam Teori dan Praktik. 2004. Yogyakarta: Buana Pustaka.
  8. Suharso dan Ana Retnoningsih. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2005. Semarang: Widya Karya.
  9. Surya, Sutan. End of Times 2012. 2009. Jogjakarta: A Plus Books.
  10. Yunus, Mahmud. Kamus Arab-Indonesia. 1990. Jakarta: PT. Hida Karya Agung.
  11. Al-Qur’an dan Terjemahnya. 2005. Bandung: CV Penerbit J-ART.

www.wikipedia.kebenaran-al-Quran-dan–sains.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar